Pertama di Lampung, DAM Haji di Tanah Air Hadirkan Manfaat Nyata bagi Umat: 80 Jamaah Percayakan Amanah kepada Muhammadiyah

Tanggamus, 28 Mei 2026 – Muhammadiyah Lampung melalui LAZISMU Wilayah Lampung dan Tim Pengelola DAM Haji Muhammadiyah Lampung berhasil melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian DAM Haji di Tanah Air untuk pertama kalinya di Provinsi Lampung. Sebanyak 80 Jamaah Haji Tamattu’ dari KBIHU Ahmad Dahlan Tanggamus mempercayakan pelaksanaan DAM Haji mereka kepada Muhammadiyah sebagai bentuk ikhtiar menjalankan ibadah sesuai syariat sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pelaksanaan penyembelihan dilaksanakan pada 27 Mei 2026 pukul 22.00 WIB di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Selanjutnya, pendistribusian daging kepada masyarakat penerima manfaat dilakukan pada 28 Mei 2026 pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam pengelolaan DAM Haji di Lampung, sekaligus menjadi implementasi nyata Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membolehkan pengalihan penyembelihan DAM ke tanah air demi kemaslahatan umat yang lebih besar.

Pelaksanaan DAM Haji ini merupakan hasil kolaborasi antara LAZISMU Wilayah Lampung, Tim Pengelola DAM Haji Muhammadiyah Lampung, LAZISMU Kabupaten Tanggamus, dan KBIHU Ahmad Dahlan Tanggamus. Dalam pelaksanaannya, LAZISMU Wilayah Lampung bersama Tim Pengelola DAM Haji Muhammadiyah Lampung melakukan pendampingan, monitoring, dan pengawasan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai syariat Islam, tepat waktu, serta memenuhi prinsip akuntabilitas dan transparansi. Adapun pelaksanaan teknis penyembelihan dan distribusi dilakukan oleh LAZISMU Kabupaten Tanggamus bersama KBIHU Ahmad Dahlan Tanggamus.

Tahun ini, sebanyak 26 ekor hewan DAM berhasil disembelih yang terdiri atas 17 ekor kambing dan 9 ekor sapi, mewakili pelaksanaan DAM Haji Tamattu’ dari 80 jamaah. Seluruh hewan yang disembelih telah memenuhi ketentuan syariat dan standar kesehatan yang berlaku. Daging hasil penyembelihan kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Tanggamus.

Ketua Tim Pengelola DAM Haji Muhammadiyah Lampung, Afdi Muslim bin Muswardi Thaher, menyampaikan bahwa pelaksanaan DAM Haji di tanah air merupakan langkah besar dalam menghadirkan manfaat ibadah yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

“Pelaksanaan DAM Haji di tanah air bukan sekadar alternatif, tetapi merupakan bentuk ikhtiar untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih besar. Jamaah tetap dapat melaksanakan kewajiban DAM sesuai syariat, sementara manfaat dagingnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Inilah semangat ibadah yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata,” ujar Afdi Muslim.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan oleh jamaah kepada Muhammadiyah menjadi amanah besar yang harus dijaga dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus LAZISMU Wilayah Lampung, Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D., menegaskan bahwa pelaksanaan DAM Haji di tanah air merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah dalam mengintegrasikan nilai ibadah dan pemberdayaan umat.

“Muhammadiyah meyakini bahwa setiap ibadah memiliki dimensi spiritual dan sosial. Melalui pelaksanaan DAM Haji di Indonesia, manfaat ibadah dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. Program ini menjadi bukti bahwa ibadah dapat menjadi instrumen penguatan solidaritas sosial, sekaligus menghadirkan keberkahan yang lebih besar bagi umat,” ungkap Prof. Syafrimen.

Ia juga berharap keberhasilan pelaksanaan DAM Haji pertama di Lampung ini dapat menjadi inspirasi bagi jamaah haji lainnya untuk menunaikan DAM melalui lembaga yang amanah dan memiliki sistem pengelolaan yang jelas.

Ketua KBIHU Ahmad Dahlan Tanggamus, H. Maryono, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program tersebut.

“Kami bersyukur karena jamaah KBIHU Ahmad Dahlan Tanggamus mendapatkan layanan pelaksanaan DAM yang amanah, profesional, dan sesuai tuntunan syariat. Kepercayaan jamaah kepada Muhammadiyah menunjukkan keyakinan bahwa ibadah mereka dikelola dengan baik dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga langkah ini menjadi amal jariyah bagi para jamaah dan membawa keberkahan bagi umat,” kata H. Maryono.

Pelaksanaan DAM Haji di Tanah Air ini sekaligus menjadi wujud komitmen Muhammadiyah untuk menghadirkan tata kelola ibadah yang profesional, transparan, dan berdampak sosial. Selain memenuhi kewajiban syariat para jamaah, program ini juga memperkuat nilai kepedulian, berbagi, dan pemberdayaan masyarakat melalui distribusi daging kepada kelompok penerima manfaat.

Keberhasilan pelaksanaan DAM Haji pertama di Lampung ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas, sehingga semakin banyak jamaah haji yang memilih menunaikan DAM melalui Muhammadiyah. Dengan demikian, ibadah yang dilaksanakan di Tanah Suci dapat menghadirkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram
WhatsApp